Skip to main content

Posts

Peraturan 3 Detik dalam Mengemudi

Ilustrasi Menjaga jarak mengemudi perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan, karena dengan jarak yang aman kita bisa mengantisipasi dan mempunyai waktu untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Waktu yang dimaksud yaitu waktu untuk menghentikan kendaraan kendaraan apabila didepan tiba tiba ada kendaraan yang berhenti mendadak. Untuk menjaga jarak antar kendaraan dapat menggunakan Peraturan 3 (tiga) detik. Peraturan 3 detik adalah suatu cara untuk mengukur jarak yang aman dengan kendaraan yang ada didepan anda. Bagaimana cara untuk menentukan jarak 3 (tiga) detik caranya sangat mudah yaitu Pada saat anda  mengemudi, perhatikanlah kendaraan didepan Anda pada saat melintasi sesuatu yang ada dipinggir jalan raya, sebagai patokan, misalnya lampu atau pohon. Pada saat itu anda menyebut “Hati-Hati Satu” , “Hati-Hati Dua” “Hati-Hati Tiga”. Jika Anda melintasi tanda tadi sebelum kalimat tersebut habis, maka berarti Anda mengikuti terlalu dekat. Jadi kurangilah ke...

Cara Mengemudi Yang Aman - Bagian 1

Apakah yang disebut dengan Teknik Mengemudi  yang aman. Teknik mengemudi yang aman adalah suatu cara mengemudi yang apabila dilaksanakan dengan benar akan mengurangi kemungkinan bagi Anda terlibat suatu kecelakaan kendaraan dan lalu lintas. Selain itu cara mengemudi yang aman adalah bagaimana cara mengemudi untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan orang lain dan oleh suatu keadaan yang tidak menguntungkan. Untuk meningkatkan cara mengemudi yang aman, Anda perlu meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengamatan, koordinasi pengendalian dan pertimbangan demi kepentingan pemakai jalan raya yang lain. Dengan demikian Anda dapat memperkirakan setiap kemungkinan yang akan timbul dari situasu lalu lintas dan menyiapkan diri Anda untuk mencegah kecelakaan dijalan raya. Untuk dapat berbuat demikian Anda harus dapat memperkirakan bahaya yang mungkin timbul, tahu apa yang harus dilakukan dan bertindak dengan tepat pula.  Pada saat mengemudikan kendaraan, And...

Prosedur Kontrol Energi Berbahaya (LOTO)

Tag Out (LOTO)   Tag Out (LOTO) 1.       Dalam melakukan pekerjaan servis dan maintenance pada mesin atau alat, meskipun mesin atau alat tersebut sudah diputuskan dari sumber energinya pada alat pemutus energinya, secara tidak disengaja energi dapat disambungkan kembali sehingga orang yang sedang mengerjakan servis atau maintenance pada mesin atau alat dapat mengalami kecelakaan kontak dengan energi yang masuk kembali. 2.     Untuk mencegah kejadian demikian, maka apabila mesin atau alat yang sedang dioperasikan, harus matikan dengan cara yang biasa untuk mematikannya (tombol stop ditekan, switch dibuka, valve ditutup dst). 3.       Setelah itu matikan energi pada alat pengisolasi energi, sehingga mesin atau alat diisolasi dari sumber energinya. Pasang kunci ( Lock Out ) pada alat pengisolasi energi dengan alat pengunciuntuk memutuskan energi. 4.     Pasang alat tag-out (kartu) sebagai peringata...

Penyakit Akibat Kerja

Pengertian Penyakit Akibat Kerja (PAK) Penyakit Akibat Kerja (PAK) (Occupational Diseases) adalah penyakit yang disebabkan oleh  pekerjaan atau lingkungan kerja (Permennaker No. Per. 01/Men/1981) yang akan berakibat cacat sebagian maupun cacat total.Cacat Sebagian adalah hilangnya atau tidak fungsinya sebagian anggota tubuh tenaga kerja untuk selama-lamanya. Sedangkan Cacat Total adalah keadaan tenaga kerja tiadak mampu bekerja sama sekali untuk selama-lamanya Penyakit Akibat Hubungan Kerja (Work Related Diseases) yaitu penyakit yang dicetuskan, dipermudah atau diperberat oleh pekerjaan. Penyakit ini disebabkan secara tidak langsung oleh pekerjaan dan biasanya penyebabnya adalah berbagai jenis faktor. Faktor-Fakor Penyebab Penyakit Akibat Kerja Faktor Fisik   Suara tinggi/bising : menyebabkan ketulian   Temperatur/suhu tinggi : menyebabkan Hyperpireksi, Milliaria, heat Cramp, Heat Exhaustion, Heat Stroke.   Radiasi sinar elektromagnetik : infra...

Prosedur Tanggap Darurat Gangguan Huru Hara atau Demo Massal

Kekacauan huru hara atau demo massal adalah gangguan operasi karena terjadinya demo massal oleh karyawan perusahaan atau masyarakat sekitar perusahaan, sehingga dapat mengganggu jalannya kegiatan operasi perusahaan.  Prosedur Tanggap Darurat Gangguan Huru Hara atau demo massal adalah bagaimana cara mengatur tata cara penanggulangan kekacauan huru hara karena. Untuk menanggulangi huru hara atau demo massal kita harus secara hati hati dalam mengatasinya. Karena kalau salah dalam mengatasi atau menanggulangi huru hara atau demo massal, bukannya ketertiban yang didapat malah bisa berubah menjadi kekacauan. Dan berikut saya uraikan langkah langkah dalam mengatasi demo massal atau huru hara Tindakan Umum: 1.     Kepala Satpam mengkoordinir para anggotanya dan bekerjasama dengan Koordinator Tanggap Darurat untuk menyiapkan regu tanggap darurat untuk stand by bilamana diperlukan. 2.    Satpam bekerjasama dengan HRD akan mengisolasi tempat-...

Definisi dan Program Heat Stress

Heat Stress adalah tekanan panas yang terjadi karena lingkungan kerja yang memberikan beban energi panas terhadap tubuh yang akan mempengaruhi kinerja dan produktifitas kerja. Selain mempengaruhi kinerja dan produktifitas heat stress dapat mempengaruhi kesehatan karyawan atau tenaga kerja misalnya dehidrasi.  Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan akibat terjadinya evaporasi. Maka diperlukan Heat Stress Program yang bertujuan untuk untuk mencegah dampak yang dapat ditimbulkan akibat paparan panas yang melebihi nilai ambang batas (NAB). Dan berikut merupakan definisi terkait dengan heat stress atau tekanan  panas :     Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan Heat cramps adalah kejang otot secara mendadak akibat terganggunya keseimbangan elektrolit karena terjadinya pengeluaran keringat. Heat exhaustion merupakan kondisi kecapaian akibat suhu panas, gejalanya pusing, sakit kepala, lemah, haus. Heat stroke adalah keadaan ketika si...

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

   Alat pemadam Api ringan atau biasa disebut APAR adalah suatu alat yang berbentuk tabung bertekanan yang isinya bahan kimia cair atau bubuk yang berfungsi sebagai alat pemadam api. Tabung apar biasanya berwarna merah dan mempunyai selang dibagian atasnya. Pemasangan APAR di rasakan begitu penting karena sebagai upaya pencegahan kebakaran yang datangnya bisa kapan saja. Pemasangan apar sejatinya harus menyesuikan dengan peraturan yang telah ditentukan, misalnya tinggi apar dari lantai harus 125 cm, dan di setiap 15 m² harus dipasang APAR, terutama untuk area dengan klasifikasi kebakaran yang tinggi.      Klasifikasi kebakaran digolongkan menjadi 4 kelas, antara lain A, B, C, D. Disetiap Klasifikasi kebakaran, cara penangannnya pun dibedakan berdasarkan klasfiikasi kebakaran, contoh kebakaran kelas B tidak cocok dipadamkan dengan menggunakan APAR jenis A. Berikut Klasifikasi Kebakaran dan Jenis Bahan Pemadam Kebakaran a.       ...